Aceh Barat Daya, Bimas Islam -- Menulis 14 buku dalam kurun tiga tahun bukanlah hal mudah. Namun, hal ini bisa dilakukan Penghulu sekaligus Kepala KUA Susoh, Aceh Barat Daya, Roni Haldi. Roni mengaku mendapatkan ide menulis dari tugasnya melayani masyarakat.
"Begitu banyak inspirasi yang ditemui dalam keseharian, termasuk saat melayani masyarakat. Apalagi sesuai spirit Revitalisasi KUA yang tidak hanya mencatat nikah dan rujuk, tetapi juga memberikan bimbingan kepada masyarakat," ungkap Roni di Susoh, Rabu (5/10/22).
Dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) episode 176 yang tayang di _Youtube_ Bimas Islam TV itu, Roni mengaku kerap menerima konsultasi dari masyarakat. Tidak hanya perihal kegamaan, Roni juga menerima keluhan seputar masalah keluarga.
"Banyak masyarakat yang datang untuk konsultasi. Dari berbagai persoalan itu, kita bisa menuliskannya dilengkapi dengan nasihat atau solusi yang kita tawarkan," imbuhnya.
Roni juga mengaku mendapatkan inpirasi menulis saat melakukan pelayanan pencatatan nikah. Berbagai keunikan karakter masyarakat saat akan menikahkan, imbuhnya, merupakan inspirasi dalam melahirkan karya.
"Misalnya ada calon mempelai yang pakaiannya melanggar hukum agama atau adat, di sana kita punya peluang menulis untuk mengingatkan bagaimana busana yang benar," ungkapnya mencontohkan.
Kebiasaan menulis telah menjadi karakter Roni hingga berbagai pemandangan dan kejadian yang ditemui sepanjang perjalanan dari rumah ke KUA kerap dijadikan inspirasi tulisan. "Saya ingat pesan almarhum ulama Nusantara, Ali Mustafa Ya'kub yang mengatakan, janganlah kalian mati kecuali setelah menulis buku," pungkasnya dalam dialog bertema Penghulu Sadar Literasi ini.
(Pirman)
