Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menyebut program inkubasi wakaf produktif merupakan upaya meningkatkan nilai aset wakaf yang sebelumnya terbengkalai.
"Melalui program inkubasi wakaf produktif, kita membantu agar aset wakaf menjadi produktif dan memiliki nilai ekonomis," kata Tarmizi saat meluncurkan program Wakaferse Dompet Dhuafa di Jakarta, Rabu (5/10/2022).
Tarmizi memaparkan, berdasarkan hasil penyisiran Kemenag, ada sekitar 56 ribu titik aset wakaf di seluruh wilayah Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, hanya 9,5% saja yang telah dikelola para nazir hingga menjadi aset produktif.
Tarmizi menjelaskan, saat ini Kemenag sudah melakukan program Inkubasi Wakaf Produktif di 12 titik. Beberapa titik yang sudah menghasilkan nilai manfaat, seperti di Kubu Raya, Kalimantan Barat yang menghasilkan jagung dan cabai pong, serta di Bangka Selatan dengan panen raya kelapa sawit.
"Nilai manfaat bukan hanya untuk pemberi wakaf, tapi nazir dan masyarakat telah merasakan dampak dari program inkubasi wakaf produktif tersebut," lanjutnya.
Ia menginginkan, aset wakaf yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik, dapat memberi nilai manfaat. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan pengelola wakaf.
"Pada tahun ini, kami gencarkan literasi wakaf untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat apa kegunaan, pengelolaan, dan hasil pemanfaatan tanah wakaf," pungkasnya.
(Boy)
